Thursday, December 1, 2011

Penanaman Pohon Mangrove di Muara Angke

Para siswa yang ikut berpartisipasi




Jakarta, Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA) ditetapkan sebagai cagar alam oleh pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 17 Juni 1939, dengan luas awal 15,04 ha. Kemudian kawasan ini diperluas sehingga pada sekitar tahun 1960-an tercatat memiliki luas 1.344,62 ha.


Dengan meningkatnya tekanan dan kerusakan lingkungan baik di dalam maupun di sekitar kawasan Muara Angke, sebagian wilayah cagar alam ini kemudian menjadi rusak. Sehingga, setelah 60 tahun menyandang status sebagai cagar alam, pada tahun 1998 Pemerintah mengubah status kawasan ini menjadi suaka margasatwa untuk merehabilitasinya. 

Meski SMMA merupakan suaka margasatwa terkecil di Indonesia, namun peranannya cukup penting. Bahkan BirdLife International, salah satu organisasi pelestarian burung di dunia memasukkan kawasan Muara Angke sebagai salah satu daerah penting bagi burung, IBA (Important Bird Areas) di Pulau Jawa. Penanaman mangrove untuk rehabilitasi dan penghijauan sangat diperlukan di wilayah DKI Jakarta untuk mengatasi beberapa masalah yang dihadapi dewasa ini. Seperti adanya pencemaran limbah cair yang melalui Sungai Angke, Kamal Muara, Cengkareng Drain dan Sungai Tunjungan, banyaknya timbunan sampah di kawasan mangrove, serta terkikisnya beberapa lokasi kawasan hutan mangrove oleh abrasi. Jika hal itu dibiarkan, dalam beberapa puluh tahun kedepan, hutan mangrove di Indonesia akan tinggal kenangan. Indonesia yang menjadi surga mangrove terbesar didunia, akan merasakan akibat yang sangat parah dari rusaknya ekosistem mangrove tersebut. 

Menyadari hal itu PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) ingin membantu melestarikan dan mengadakan penghijauan di daerah tersebut, dengan memperingati Hari Keanekaragaman hayati 2011.  SEID ikut serta dalam kegiatan Penanaman Kawasan Mangrove di Hutan Angke-Kapuk dan Taman Ekowisata Tol Sedyatmo, Jakarta. Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Jakarta GreenMonster serta didukung oleh Dinas Kelautan dan Pertanian. Jenis pohon yang ditanam oleh SEID pada kesempatan ini adalah Rhizopora mucronata.

Penanaman kembali di kawasan mangrove tersebut ditujukan untuk mengembalikan fungsi-fungsi mangrove seperti sedia kala. Fungsi yang pertama adalah sebagai fungsi mangrove konservasi, yang mampu untuk:
-    Melindungi pantai dari abrasi dan intrusi air laut
-    Melindungi pantai dari angin kencang dan gelombang pasang air laut
-    Shelter belt bagi pemukiman dan budidaya 

Fungsi kedua mangrove adalah sebagai fungsi Bio-ekologi, yang mampu untuk:
-    Membantu kesuburan tanah, menghasilkan plankton bagi ikan dan udang
-    Tempat berlindung dan berkembang biak organisme air
-    Tempat bersarangnya burung laut dan binatang lainnya
-    Menjaga keseimbangan flora dan fauna

Fungsi ketiga dan yang tak kalah pentingnya adalah sebagai fungsi sosial ekonomi yang mampu untuk:
-    Menghasilkan produk non-hayati seperti: kayu bakar atau arang, kayu bangunan, bahan pewarna, dan penyamak kulit
-    Menghasilkan produk hayati (walau tidak secara langsung) seperti: kepiting bakau, udang,m ikan, berbagai jenis burung, reptilia dan lainnya.

“Sampai saat ini SEID telah melakukan kegiatan penghijauan, dengan menanam pohon sebanyak lebih dari 5000 pohon di seluruh Indonesia. Setelah kegiatan ini, SEID akan terus berupaya secara berkesinambungan untuk memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi lingkungan” ujar Pandu Setio dari PR & CSR Departemen, PT. Sharp Electronics Indonesia. 

Pada program CSR kali ini, SEID pun mengajak para karyawan, murid-murid SD 02 Kapuk Muara dan SMP 122 Kapuk Muara dan rekan-rekan wartawan untuk ikut serta kegiatan penanaman di kawasan mangrove. “Kami ingin karyawan kami untuk turut peduli dan berpartisipasi dalam program ini sehingga mereka sadar arti pentingnya penghijauan dan pelestarian lingkungan,” jelas Brand Strategy Group Sr. General Manager PT SEID, Yukihiro Nono.“Kegiatan penanaman pohon mangrove sekaligus untuk mengedukasi anak-anak usia sekolah tentang pentingnya pelajaran lingkungan dan menjaga lingkungan sekitarnya untuk kelangsungan hidup keanekaragaman hayati di bumi.” tambah Yukihiro Nono.
Selain kegiatan penanaman pohon, para peserta diajak untuk lebih mengenal ekosistem mangrove dengan mengunjungi Suaka Margasatwa Muara Angke dan belajar lebih banyak lagi mengenai manfaat tanaman bakau. Pada kesempatan ini, murid-murid SMP 112 Kapuk Muara dampingan dari Jakarta GreenMonster, memberikan pengetahuan mengenai pengolahan buah dan daun bakau menjadi selai dan sirup. Mari kita bersama lestarikan ekosistem hutan mangrove yang memberikan begitu banyak manfaat bagi semua, demi lingkungan dan masa depan yang lebih baik serta demi bumi yang lebih bersahabat bagi manusia.  


0 comments:

Post a Comment

 

A Simple Electronical Note Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template